Potensial Konflik


Berdasarkan relasinya konflik dibedakan menjadi konflik ; antar individu, individu dengan kelompok, dan antar kelompok. Faktor apakah yang dominan memicu terjadinya konflik? Tiga faktor pemicu konflik, yaitu:
1. Miskomunikasi.
2. Pebedaan : budaya, idiologi, dan religi.
3. Persamaan kepentingan.
Miskomunikasi merupakan pemicu konflik yang dapat diminimalisir jika pihak-pihak yang terlibat konflik mempunyai kemampuan persuasif. Konflik yang disebabkan oleh faktor ini biasanya terjadi pada individu atau kelompok yang kurang mendapat pendidikkan secara baik.
Pebedaan : budaya, idiologi, dan religi akan menjadi pemicu konflik jika individu atau kelompok kurang memiliki rasa toleransi, berpikir hanya dari satu sudut pandang karena tidak mampu keluar dari belenggu dogma. Individu atau kelompok ini sering dimanfaatkan oleh individu atau kelompok lain yang memiliki tujuan dan kepentingan tertentu.
Dua orang yang sama-sama ingin menjadi wakil rakyat di legislatif dan berasal dari patai yang sama secara idiologi memiliki persamaan, tapi pada realitasnya tidak jarang keduanya saling serang dan menjatuhkan, sekalipun keduanya memiliki latar belakang budaya dan religi yang sama. Apalagi jika keduanya berasal dari partai, budaya, dan religi yang berbeda, maka perbedaan tersebut akan menjadi faktor sekunder (alat propaganda) dalam konflik.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan jika konflik didasari oleh persamaan kepentingan maka akan sulit diselelesaikan kecuali pihak-pihak yang terlibat konflik memiliki sikap mental sportif dalam mencapai tujuan kepentingannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: