Pengauh Otonomi Daerah Terhadap Kesejahteraan PNS


Sejak digulirkannya otonomi daerah maka PNS di Indonesia terbagi menjadi dua, yaitu PNS pusat dan PNS daerah. PNS pusat yang sistem penggajiannya bersumber dari APBN tidak terdapat kesenjangan kesejahteraan antara yang berada di daerah yang satu dengan daerah yang lain. Tapi untuk PNS daerah yang sistem penggajiannya bersumber dari APBD benasib dua kemungkinan, yaitu lebih baik dari PNS pusat atau sebaliknya, bahkan terjadi pula kesenjangan kesejahteraan antara sesama PNS daerah.

Pada dasarnya sistem penggajian PNS pusat dan PNS daerah adalah sama, yang membedakan hanyalah sumber anggaran penggajiannya. Kenyataan di lapangan ada beberapa pemda yang memberikan insentif tambahan kepada PNS daerah dari yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, tapi ada juga pemda yang menghambat ha-hak PNS daerah dari yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Untuk beberapa daerah kabupaten di Lampung sampai saat ini ada yang belum membayarkan rapel tiga bulan kenaikkan gaji kepada PNS daerah, padahal kenaikkan gaji tersebut telah ditetapkan oleh pemerintah pusat per Januari 2008.

Tujuan akhir dari otonomi daerah adalah percepatan tercapainya kesejahteraan masyarakat di daerah, mungkinkah tujuan tersebut akan terwujud jika kesejahteraan pegawainya saja terhambat?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: