Ujian Nasional ( Hantu Dunia Pedidikan Indonesia)


Standarisasi Nasional Nilai Kelulusan peserta didik dalam Ujian Nasional merupakan sistem yang adil tapi kurang berkeadilan. Dikatakan adil karena peserta didik dari Sabang sampai Merauke mempunyai beban pencapaian nilai minimal yang sama untuk dapat lulus ujian. Dikatakan kurang berkeadilan karena pada kenyataannya kondisi sekolah dan sarana pendukungnya tidak merata sama. Dilihat dari segi pemerataan tenaga pengajar, ada sekolah yang kelebihan tenaga pengajar tapi ada juga sekolah yang kekurangan tenaga pengajar. Dilihat dari segi sarana dan prasarana, ada sekolah yang meja dan kursi untuk peserta didik saja kurang memadai.

Sebagai gambaran potret sistem pendidikan kita, perhatikan ilustrasi berikut ini :

Sekolah A adalah sekolah pavorit dan setiap tahunnya membuang ¾ dari jumlah pendaftar sekolah tersebut. Nilai test awal terendah peserta didik yang diterima di sekolah A adalah 75.

Sekolah B adalah sekolah bukan pavorit dan setiap tahunnya selalu kekurangan peserta didik. Nilai test awal tertinggi peserta didik yang diterima di sekolah B adalah 60.

Dari ilustrasi tersebut dapat dikatakan bahwa Standarisasi Nasional Nilai Kelulusan dalam Ujian Nasional merupakan sistem pendidikan yang tidak memperhatikan proses pendidikan. Sistem pendidikan yang memperhatikan proses pendidikahn adalah sistem pendidikan yang memperhitungkan; kondisi awal mayoritas peserta didik, jumlah dan kualifikasi tenaga pengajar, sarana prasarana sekolah, dan kondisi sosial masyarakat di lingkungan sekolah.

Pada akhirnya Standarisasi Nasional Nilai Kelulusan dalam Ujian Nasional disiasati oleh berbagai kalangan supaya tidak banyak memakan korban, dan yang demikian dinamakan kesuksesan formalitas (hanya di atas kertas).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: